
Ponsel Titan V73 mendukung dobel GSM yang dua-duanya aktif.
Setting yang menyertai hanya
setting dual SIM
settings dengan opsi
dual SIM
open,
only SIM1
open,
only SIM2
open, dan
flight mode.
Begitu baterai dicabut, akan terlihat 2
slot SIM card di sisi kanan. Tak ada penanda
slot. Namun, setelah ponsel dinyalakan,
slot atas akan dibaca sebagai SIM2 dan
slot bawah dibaca sebagai SIM1.
Cara bertelepon agak unik. Pencet dulu nomor yang dituju, lalu pencet tombol 'call'. Di layar akan muncul opsi SIM1 Voice Call dan SIM2 Voice Call. Pilih salah satu, lalu pencet lagi tombol 'call' atau tombol menu kanan yang bertera 'OK'.
Data kontak
bisa disalin (
copy all) dari memori SIM ke memori ponsel dan sebaliknya; begitu pula antar-SIM
card. Ponsel dilengkapi Caller Picture, Caller Ring Tone, dan Caller Video.
V73 ternyata juga punya fasilitas
black list; ini terselip di Call Center
masuk ke General Call Setting. Kita bisa mengeblok sampai 20 nomor. Ada 4 jadwal untuk
schedule power on/off.
Inbox memisahkan SMS ke 2
folder: SIM1
inbox dan SIM2
inbox. Tak terlihat tanda untuk membedakan SMS tersimpan di memori ponsel atau SIM
card. Seperti biasa, membalas SMS yang tersimpan di
inbox takkan meninggalkan salinan di
outbox. SMS bisa dipindah dari memori SIM
card ke ponsel, dan sebaliknya.
Kamera disertai cermin mungil di bawahnya. Tombol kamera ada di kanan bodi.
Setting, baik di kamera maupun Video Recorder biasa saja. Penyetelannya bisa dengan cepat dilakukan pakai
keypad.
Foto bisa dipotret dengan resolusi maksimal 640 x 480, sementara untuk video tak disediakan opsi resolusi. Foto yang tersimpan, baik di Image Viewer maupun video di Video Player bisa langsung dijadikan
screen saver. Tampilannya, baik
power on display atau
power off display, maupun penanda
phone book atau dikirim via MMS; plus
wallpaper untuk foto.
Oh iya, video yang sedang dijalankan di Video Player masih bisa dipotret; dengan memencet tombol kamera atau mengetuk ikon bergambar kamera yang ada dalam layar.
Radio bisa merekam siaran; langsung pencet saja tombol tengah navigasi. Malah, kita bisa tentukan jadwalnya pakai Schedule FM Record; maksimal 4 jadwal. Sayangnya, kita masih wajib mencolokkan
earphone agar radionya aktif.
Selain dengan
earphone, kita juga bisa dengarkan lewat speaker tambahan. Oh iya, audio yang terpampang di Audio Player bisa langsung dijadikan
ringtone; termasuk hasil rekaman dari Radio atau Sound Recorder.
Suara V73 terasa luar biasa berkat dukungan 4 speaker; ada di kiri-kanan kamera dan dua lagi di sisi bawah bagian belakang bodi ponsel. Hanya, karena semuanya berada di belakang bodi, suara tetap teredam bila ponsel ditaruh dalam posisi tidur. Kedua tombol volume bisa ditemukan di kiri bodi.
Di File Manager, yang terbaca hanya
memory card; memori internalnya tidak terbaca.
Slot MicroSD-nya sendiri tersembunyi di balik baterai, dekat slot SIMcard yang atas. Titan menyertakan MicroSD berkapasitas 512MB.
Ketika terkoneksi ke PC, ponsel bisa dijadikan
mass storage, Webcam, atau modem via COM Port. Port kabel datanya ada di kanan bodi, bertutup karet. V73 sudah dilengkapi 'setting GPRS operator'; lihat saja di Data Account > GPRS. Maka seharusnya tidak lagi sulit untuk
browsing, baik di WAP maupun pemakaian ponsel sebagai modem.
Di sisi bawah layar sentuh terdapat sederet ikon bergambar telepon (keypad virtual), buku (Phone Book), amplop (Messages), speaker (User Profiles), nada (Multimedia), dan rumah (keluar aplikasi). Entah mengapa, ikon di bar ini agak susah diketuk; perlu kalibrasi beberapa kali lebih dulu agar berfungsi dengan baik.
Stylus-nya tersembunyi di pojok kanan atas bodi.
Keypad bisa dikunci dengan memencet 'End Call', lalu disambung memencet 'Call'. Cara membukanya berbeda, yaitu memencet menu kanan, lalu 'Call'. Memencet-tahan tombol '#' berturut-turut bergantian mengaktifkan profil Vibration, Silent, atau General.
Sumber: Sinyal